Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mitos dan Fakta Pemberian Vaksin Untuk Bayi 4 Bulan

 

Mitos dan Fakta Pemberian Vaksin Untuk Bayi 4 Bulan

Percaya atau tidak, dari dulu hingga sekarang masih ada saja orang yang menganggap pemberian imunisasi aktif atau vaksin itu sangat berbahaya. Alhasil banyak mitos berkembang tentang pemberian vaksin untuk bayi baru lahir, satu, dua, tiga hingga vaksin untuk bayi 4 bulan. Agar Anda tidak jadi salah satu yang percaya mitos, tambah wawasan dengan informasi penting ini!


5 Mitos dan Fakta Tentang Vaksin Untuk Bayi 4 Bulan Hingga Dewasa

Di tengah gencarnya sosialisasi, tentang pentingnya vaksinasi pada bayi ada empat mitos yang masih saja jadi kendala praktisi kesehatan. Terutama untuk mengajak lebih banyak ibu hamil, untuk mengikuti daftar imunisasi bayi setelah melahirkan. Apa saja mitos dan bagaimana fakta sebenarnya?

1.    Anak Akan Tetap Kena Penyakit

Mitos: Walaupun bayi diberikan vaksin lengkap sejak lahir, dia akan tetap bisa diserang penyakit yang mungkin akan membahayakan nyawanya.

Fakta: Anak yang mendapat vaksin lengkap, hanya akan mendapatkan efek ringan dari penyakit yang menyerangnya. Sedangkan anak yang tidak diberi vaksin, kemungkinan mendapatkan efek berbahaya dari sebuah penyakit.


2.    Tak Boleh Banyak Vaksinasi

Mitos: Terlalu banyak memberikan vaksin pada bayi dan anak-anak, akan berdampak tidak baik pada anak. Dimana akan terlalu banyak zat baru, yang masuk ke dalam tubuhnya.

Fakta: Seorang bayi sehat bisa mendapatkan imunisasi hingga 100 ribu kali, dengan prosedur tepat dan dilakukan secara berkala. Artinya, pemberian vaksin yang rutin tidak akan membahayakan bayi dan anak sebaliknya malah akan membuat daya tahan tubuh mereka menjadi lebih baik.


3.    Autisme

Mitos: Imunisasi Mumps, Measles, Rubella (MMR) dikatakan dapat membuat anak menjadi autisme. Katanya, vaksin ini merusak fungsi otak yang membuat kondisi autisme terjadi pada anak.

Fakta: Belum ada fakta yang terbukti tentang hubungan antara vaksin MMR dengan autisme.


4.    Mati Mendadak

Mitos: Mengkombinasikan vaksin DPT dan Polio, akan membuat bayi rentan mengalami sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Metabolisme tubuh bayi terganggu dan memicu berhentinya jantung secara tiba-tiba.

Fakta: Tidak ada bukti nyata tentang kaitan antara SIDS, dengan vaksin yang diberikan kepada bayi. Pada kasus SIDS usai bayi diberi vaksin, merupakan kebetulan saja. Penelitian dilakukan ahli, setelah kasus itu dan menghasilkan kesimpulan bahwa bayi tanpa pemberian vaksinasi lebih rentan mengalami SIDS.


Vaksin Penting Untuk Bayi Usia 4 Bulan, Wajib Dapat!

Ada enam vaksin yang sebaiknya diberikan kepada bayi usia empat bulan, sebagai lanjutan dari vaksin yang sudah diberikan pada bulan-bulan sebelumnya.

-    Hepatitis B (4)

Jika pemberian vaksin ini sesuai jadwal, maka di usia empat bulan bayi akan mendapatkan vaksin keempat dari Hepatitis B.


-    Polio (3)

Ini adalah pemberian vaksin ketiga Polio sejak bayi dilahirkan, pada jadwal ini ada yang menambahkan dosis vaksin IPV untuk menyempurnakan hasil vaksinasi di tubuh bayi.


-    BCG (1)

Bacillus Calmette Guerin (BCG), merupakan vaksin yang wajib diberikan pada saat anak usia empat bulan. Fungsinya untuk mencegah bayi diserang Tuberculosis (TB).


-    DPT (3)

Ini adalah pemberian DPT ketiga pada bayi. Sebagai salah satu vaksin dasar yang wajib didapat bayi, maka Anda juga wajib memastikan pemberian vaksin ini sesuai jadwal.


-    HB (3)

Biasanya pemberian vaksin tambahan ini dibarengi dengan vaksin DPT 3.


Terakhir, tentu tak bisa kita pungkiri bahwa eksistensi mitos tentang pemberian vaksin untuk bayi dari baru lahir, vaksin untuk bayi 4 bulan hingga usia 24 bulan masih sangat mengakar di tengah masyarakat. Setidaknya dengan informasi di atas bisa menyadarkan Anda bahwa, vaksin bukanlah “musuh” bagi bayi tapi, penunjang pertumbuhan yang lebih baik.

Posting Komentar untuk "Mitos dan Fakta Pemberian Vaksin Untuk Bayi 4 Bulan "