Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Dampak Pola Asuh Helicopter Parenting pada Anak

Dampak Pola Asuh Helicopter Parenting pada Anak

Helicopter parenting adalah sebuah pola asuh dari orang tua yang sangat memperhatikan pengalaman dan masalah anak, terutama di dalam bidang pendidikan. Kenapa dinamai demikian karena, seperti helicopter, mereka "melayang di atas", mengawasi setiap aspek kehidupan anak mereka secara konstan.

Dampak dari helicopter parenting pada anak-anak dan remaja tidak semuanya buruk. Faktanya, para orang tua ini seringkali memiliki hubungan yang dekat dan penuh perhatian dengan anak-anak mereka. Helicopter parenting dikaitkan dengan perilaku orang tua yang hangat dan suportif. Misalnya, perilaku ini mencakup komunikasi yang berkelanjutan, dukungan emosional, dan keterbukaan antara orang tua dan anak.

Tetapi efek dari helicopter parenting juga tidak semuanya baik. Misalnya, satu penelitian terhadap lebih dari 300 siswa menemukan bahwa anak-anak dari orang tua yang melakukan metode tersebut kadang memiliki skor kesejahteraan psikologis yang lebih rendah. Selain itu, mereka lebih cenderung dan tidak jarang selalu menggunakan obat resep untuk kecemasan atau depresi dibandingkan rekan-rekan mereka.


Mengapa disebut helicopter parenting?

Dikarenakan selama beberapa dekade terakhir, akses ke informasi telah tumbuh secara pesat. Akibatnya, para orang tua senantiasa mendengar tentang segala macam bahaya yang berpotensi mengancam anak-anak mereka. Banyak dari ancaman ini jarang terjadi atau malah terkadang dibesar-besarkan. Namun akibatnya, orang tua sering kali merasakan kecemasan yang luar biasa tentang keselamatan dan kesejahteraan anak-anak mereka.

Apalagi pada saat mereka mencoba mengasuh remaja menggunakan pola helicopter parenting, hal ini tentunya akan menjadi semakin rumit. Secara khusus, akan berdampak pada krisis kesehatan mental remaja dan belum lagi dampak lain dari negatif media sosial menjadi perhatian besar banyak orang tua.

Selain itu, statistik tentang penggunaan narkoba pada remaja dan overdosis yang dapat menyebabkan kematian juga menakutkan. Dan orang tua khawatir tentang bagaimana faktor-faktor seperti perubahan iklim dan ekonomi yang tidak stabil akan memengaruhi masa depan anak mereka.

Karenanya, orang tua merasa bahwa mereka perlu mengawasi anak-anak mereka dan membantu mereka sukses dengan cara apa pun yang mereka bisa. Itu hal yang bagus — sampai batas tertentu. Tetapi ketika kepedulian melewati batas inilah kadang menjadi pola yang disebut sebagai helicopter parenting, yang tentu dapat membuat anak-anak menderita.


Tanda helicopter parenting

Para orang tua yang menerapkan pola helicopter parenting ini tidak selalu menyadari bahwa mereka sedang "melayang-layang" di atas kepala anak-anak mereka. Karenanya, mereka tidak menyadari bahwa anak-anak mereka mungkin mengalami efek negatif dari pola helicopter parenting. Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa orang tua terlalu protektif atau terlalu terlibat dengan kehidupan sehari-hari anak remajanya:


1.    Tidak mengizinkan remaja membuat pilihan yang sesuai dengan usianya.

2.    Membersihkan kamar remaja untuk mereka.

3.    Masuk untuk merundingkan konflik antara seorang remaja dan teman-temannya.

4.    Mengawasi pekerjaan rumah siswa sekolah menengah atas.

5.    Memantau diet dan olahraga remaja.

6.    Mengirim banyak teks setiap hari kepada seorang anak di perguruan tinggi.

7.    Melakukan intervensi dalam kehidupan remaja untuk mencegah mereka gagal dalam suatu tugas.


Nah, itulah artikel menarik tentang pola asuh helicopter parenting. Sebisa mungkin hindari menggunakan pola helicopter parenting ini alih-alih ingin mencoba pola lain bisa dengan cara supportive parenting tentunya. Sebagai penutup, tentu tidak diragukan lagi bahwa remaja membutuhkan bimbingan dan dukungan saat mereka tumbuh menjadi dewasa nantinya. Tetapi harap diingat bahwasanya, orang tua perlu menghormati batasan agar remaja menjadi dewasa dan berkembang.

Jangan sampai cinta Anda terhadap sang buah hati justru terlalu mengekang mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Posting Komentar untuk "Dampak Pola Asuh Helicopter Parenting pada Anak"

Berlangganan via Email